Terima Suap 300 Juta, Polisi Amankan Panitera PN Jakarta Selatan

WARTAHOT – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa intensif empat orang yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kemarin. Mereka diduga terlibat transaksi rasywah terkait dengan perkara perdata. Sedikitnya Rp300 juta uang suap beralih tangan dari dua orang pengacara ke panitera berinisial T.

“Iya (nilai suapnya Rp300 juta),” kata Basaria. Selain ketiga orang tersebut, satu orang lainnya yang diamankan adalah seorang office boy.

Juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, kemarin, menjelaskan pihak KPK memiliki waktu 24 jam untuk menentukan status keempat orang yang diamankan dalam OTT tersebut. KPK akan mendalami peran dan pengetahuan mereka.

Meski belum bisa mengungkapkan dengan jelas identitas keempatnya, Febri membenarkan mereka ada yang berasal dari unsur panitera dan unsur pengacara atau advokat. Berdasarkan informasi yang diterima Media Indonesia, dalam operasi tersebut Satgas KPK menangkap salah seorang panitera pengganti berinisial T. Hal itu mendapat konfirmasi dari Kepala Humas PN Jaksel Made Sutrisna.

“Benar ada yang dibawa, T sebagai panitera pengganti dibawa dari ruangan dia, tapi belum tahu di bawa ke mana,” ujar Made.

Untuk kepentingan pembuktian dan pengamanan barang bukti, pihak KPK telah menyegel satu mobil dan satu ruangan di PN Jaksel. Menurut Febri, setelah kegiatan pemeriksaan akan ada langkah lanjutan terkait dengan pengembangan kasus.

“Barang-barang yang kita segel atau ruangan yang kita segel itu sebagai tindakan pengamanan awal terhadap bukti-bukti yang dibutuhkan nantinya. Jadi kalau di ruang-an bisa saja terdapat bukti bukti terkait. Setelah pemeriksaan dilakukan ada tindakan lain yang bisa dilakukan, termasuk mobil atau barang lain yang dilakukan penyegelan,” terang Febri.

Setelah pemeriksaan mendalam terhadap empat orang terduga pelaku rasywah, KPK langsung melakukan gelar perkara tadi malam. Pihak KPK menjanjikan akan mengungkapkan lebih jelas ke publik. “Tentu proses pemeriksaan ini harus berjalan terlebih dahulu,” kata Febri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *