Pengacara Terdakwa Menduga Ada Banyak yang Terlibat dan Belum Terungkap di korupsi Askrindo dan AMU

  • Whatsapp
Kuasa Hukum, Zecky Alatas
banner 468x60

 

Wartahot.com, News – Penasihat Hukum terdakwa Direktur Operasional Ritel PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Anton Fadjar Alogo Siregar, Zecky Alatas meminta jaksa mengusut pihak lain yang menerima aliran uang.

Read More
banner 300250

Hal itu disampaikan Zecky usai sidang lanjutan pemeriksaan saksi. Mereka yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Agung (Kejagung).

Antara lain, Ketua Umum Serikat Pekerja Pertamina Patra Niaga, Dinda Rizki Lubis, Bambang Kusuma Negara selaku Kepala Divisi Kredit BPR Eka Lampung, Sumardani selaku supir PT AMU dan Riskon selaku supir PT Askrindo.

BACA JUGA :  Penasihat Hukum Minta Jaksa dan Hakim Hadirkan Saksi Direktur Teknik

“Kami akan mengirimkan surat kepada Jaksa Agung, agar saksi-saksi yang menerima dan belum mengembalikan dapat diperiksa kembali dan tidak ada keraguan untuk meningkatkan status saksi tersebut agar semua sama dihadapan hukum,” tegas Zecky di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Selasa (19/7).

Menurut dia, dari keterangan para saksi, ada pihak lain yang turut menerima keuntungan. Di antaranya, Direktur Pemasaran PT Askrindo Mitra Utama (AMU) Wahyu Wisambada mengaku memberikan uang Rp 950 juta kepada Ketua Umum Serikat Pekerja Pertamina Patra Niaga, Dinda Rizki Lubis atas penjualan asuransi kredit perdagangan.

BACA JUGA :  Jenazah Eril Dikebumikan di Pemakaman Keluarga, Cimaung, Kab, Bandung

“Saksi fakta lainya menyampaikan bahwa ada aliran biaya operasional untuk BPR Eka Lampung atas penjualan asuransi kredit konsumtif sebesar Rp 1,2 miliar,” tutur Zecky.

Ia menjelaskan, uang tersebut diberikan kepada Pemimpin Cabang Askrindo Lampung, Ardi Firman melalui Bambang Kusuma Negara selaku Kepala Divisi Kredit BPR Eka Lampung.

Terungkap juga adanya pembuatan bukti-bukti fiktif yang dilakukan Wahyu Wisambada bersama stafnya, Partogi Simanjuntak dan Agung dengan cara membuat kwitansi dan invoice dari Travel OK.

“Padahal diketahui bahwa tidak ada kegiatannya dengan nilai yang cukup besar kurang lebih Rp 29 miliar,” ungkap Zecky menuturkan keterangan saksi dalam sidang.

BACA JUGA :  BMKG Memperkirakan Hujan Petir Dibeberapa Wilayah DKI Jakarta

Sedangkan saksi lain, yakni Sumardani selaku supir PT AMU dan Riskon selaku supir PT Askrindo, mengatakan adanya serah terima dana biaya operasional kepada atasannya.

Pemberian itu dilakukan secara bertahap di berbagai lokasi di wilayah Jakarta dan adanya pengembalian dana biaya operasional di tahun 2019 dan 2020 yang pernah diterima Anton Siregar selaku Direktur Operasional Ritel PT Askrindo periode 2017 sampai dengan 2021.

Karena itu, Zecky meminta jaksa menghadirkan para pihak yang disebut menerima uang dalam sidang. Serta, meminta mereka mengembalikan uang kepada negara, lantaran masuk dalam perhitungan kerugian negara Rp 600 miliar lebih.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :