Penasihat Hukum Terdakwa Minta Jaksa Usut Tuntas Para Saksi

  • Whatsapp
PN Tipikor Jakarta Pusat
banner 468x60

 

Wartahot.com, News – Sidang kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan PT Askrindo Mitra Utama (AMU) periode 2016-2020 di gelar di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (27/6/2022).

Read More
banner 300250

Zecky Alatas selaku penasihat hukum terdakwa Anton Fajar Alogo siregar mengatakan berdasarkan fakta saksi dipersidangan pada 27 juni 2022 bahwa keterangan saksi menyatakan dugaan tindak pindana korupsi askrindo dengan program KPRS FLLP ada kenaikan Premi semula 300 Milyar Menjadi 500 Milyar.

BACA JUGA :  Polisi Tangkap 3 Tersangka Mafia Tanah di Cipayung

“Itu sudah sangat jelas bahwa Askrindo dan Amu justru diuntungkan dengan adanya program KPRS FLPP,” kata Zecky Alatas kepada awak media.

Zecky Alatas menambahkan bahwa saudara terdakwa Anton Fajar Alogo Siregar seharusnya di berikan apresiasi dan penghargaan.

“Karena memberikan keuntungan yang luar biasa, bisa meningkatkan premi askrindo di dalam situasi ekonomi yang sedang tidak stabil di negara kita ini,” ungkapnya.

Untuk para saksi lainnya yang belum dinaikkan statusnya, Zecky meminta agar para saksi dinaikkan sebagai tersangka.

BACA JUGA :  Brigade 08 Menyayangkan Pernyataan Eggi Sudjana Komentari Kinerja Anies Baswedan

“Mereka para saksi sampai saat ini juga belum hadir di persidangan walapun sudah 2 kali dipanggil sidang tapi mereka masih mangkir. diduga menerima uang dan menikmati tapi kok malah sebaliknya masih bebas berkeliaran diluar,” paparnya.

Oleh karena itu, Zecky alatas akan mengirimkan surat kepada jaksa agung RI. Hal itu dilakukan agar saksi saksi yang terlibat menerima dan menikmati.

“Kejaksaan segera mengambil sikap tegas untuk memproses saksi tersebut yang sudah jelas di BAP maupun di fakta persidangan mereka menerima,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Jaringan Internasional, Polisi Tangkap Emak Emak Bawa Sabu-Sabu Seberat 9,5 Kilogram

Jaksa sebelumnya mendakwa Fadjar Alogo Siregar, Wahyu Wisambada dan Firman Berahima, melakukan korupsi bersama sama dengan I Nyoman Sulendra (Dirut), Frederick Tassam (Dirut), Dwikora Harjo (Dirut), dalam kurun waktu 2019-2020.

Terkait urain jaksa, perbuatannya telah memperkaya Anton Fadjar senilai 616.000 dolar Amerika dan Rp 821 juta, memperkaya Firman Berahima 385.000 dolar Amerika dan merugikan negara Rp 604,6 miliar.

Ketiganya didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) Juncto Pasal 18 dan Pasal 3 juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :