Mangkir Panggilan JPU, TIM Kuasa Hukum Minta Saksi Dijemput Paksa

  • Whatsapp
PN Tipikor Jakarta Pusat
banner 468x60

 

Wartahot.com, News – Sidang lanjutan kasus korupsi PT Askrindo dengan terdakwa Anton Fadjar Alogo Siregar masih mencari keterangan saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Read More
banner 300250

Namun, salah satu saksi bernama M Saifie Zein tak memenuhi panggilan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Agung.

Eks Direktur Teknik PT Askrindo itu sudah mangkir 2 kali untuk bersaksi dalam kasus korupsi PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). Padahal, penasihat kuasa hukum terdakwa Zecky Alatas beserta Tim membutuhkan keterangannya.

BACA JUGA :  Zecky Alatas Cibir Keras Saat Husin Shihab Sebut Anies Sosok yang Rasis

“Dia tak hadir dalam sidang,” kata Zecky Alatas sembari meminta untuk memanggil dan menjeput paksa M Saifie Zein di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Eks Direktur Operasional Komersil PT Askrindo Dwi Agus Sumarsono mengaku pada tahun 2019 telah menerima dana biaya operasional PT Askrindo Mitra Utama senilai 175 ribu dolar AS.

Saifie Zein juga disebut turut menerima uang untuk biaya operasional PT AMU sebesar 50 ribu dolar Amerika dan 32 ribu dolar Singapura.

“Uang itu diserahkan Firman Berahima selaku mantan Direktur SDM PT Askrindo pada Mei 2019,” ujar Zecky.

Tak hanya itu, Dwi Agus mengatakan telah mengembalikan kepada M.Saifie Zein pada April 2021.

BACA JUGA :  Zecky Alatas Tanggapi Pernyataan Hardiyanto Kenneth Sebut Anies Tak Empati Korban Banjir

Tapi, pengembalian dilakukan setelah ada pemeriksaan Komite Audit PT Askrindo dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Ditambah lagi adanya penyelidikan dari Kejagung,” jelasnya.

Dengan begitu, Zecky menduga ada yang janggal serta mencurigakan lantaran dana tersebut diterima pada tahun 2019 dan baru dikembalikan tahun 2021 saat perkara korupsi di PT Askrindo diselidiki Kejagung.

Di sisi lain, Anton Siregar mengaku uang yang rencananya akan dikelolanya untuk kegiatan event olahraga, branding dan gathering PT Askrindo, telah dikembalikan pada November 2019.

“Tanda terima Pengembalian diperlihatkan penasehat hukum kepada Majelis Hakim dan Jaksa Penuntut Umum, karena dana biaya operasional tersebut tidak jadi dipergunakan untuk kegiatan bersama Mitra Usaha,” jelasnya.

BACA JUGA :  Ahli Asuransi Sebut Dana Komisi Diterima Agen Untuk Entertain dan berhubungan dengan pihak ketiga itu Hal yang Lazim

Zecky meminta jaksa untuk menyelidiki masalah pembatalan Divestasi PT AMU pada tahun 2016 hingga 2020 dan pencairan asuransi Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN) kepada PT KSE senilai Rp 180 miliar.

Berdasarkan keterangan saksi dalam sidang, terungkap fakta bahwa ada dugaan pemberian asuransi SKBDN dari PT Askrindo kepada PT KSE yang tak semestinya dan disetujui Saifie Zein dan Dwi Agus Sumarsono.

“Majelis Hakim dalam persidangan telah meminta kepada Jaksa Penuntut Umum untuk melakukan pendalaman dan penyidikan kembali terhadap saksi Dwi Agus Sumarsono dan memanggil saksi M Saifie Zein untuk tetap dapat dihadirkan,” pungkasnya.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :