Mahathir Sebut Malaysia Harus Terima Kasih, Indonesia tak Membahas Ligitan dan Sipadan

  • Whatsapp
banner 468x60

 

Wartahot.com, Internasional – Mantan Perdana Menteri 9PM) Mahathir Mohamad buka suara terkait Malaysia mengucapkan terima kasih lantaran Indonesia tak mempermasalahkan lepasnya kedua pulau yang berada di Kalimantan itu.

Read More
banner 300250

“Sungguh, kita tidak bersyukur atas apa yang kita dapat,” tuturnya.

Lanjutnya, Malaysia patut bersyukur mendapatkan Sipadan dan Ligitan karena Kedua pulau itu jauh lebih besar daripada Batu Puteh.

BACA JUGA :  Rawat 84 Pasien Covid-19, Humas RSDC Tetap Prokes dan Patuh Jaga Kesehatan

“Kita patut bersyukur Mahkamah Internasional (ICJ) memberikan Pulau Ligitan dan Sipadan kepada kita yang jauh lebih berharga daripada Pulau Batu Puteh, yang hanya berupa batu yang tersingkap,” ujarnya.

Tak hanya itu, Mahathir juga memaparkan bahwa Singapura pernah dimiliki oleh Johor dan negara bagian Johor harus menuntut agar Singapura dikembalikan ke sana dan ke Malaysia.

Mahathir juga mengatakan pemerintah Malaysia menganggap lebih berharga bahwa mereka memenangkan kendali atas pulau Sipadan dan Ligitan di lepas Kalimantan melawan Indonesia di ICJ, sambil menyerahkan sepotong batu “seukuran meja – Pedra Branca – ke Singapura.

BACA JUGA :  Jaksa Agung Akan Mengumumkan Kasus Dugaan Korupsi Pesawat Garuda

“Seharusnya kita tidak hanya menuntut agar Pedra Branca, atau Pulau Batu Puteh, dikembalikan kepada kita, kita juga harus menuntut Singapura dan Kepulauan Riau, karena mereka adalah Tanah Melayu,” tambahnya yang disambut tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Dirangkum dari beberapa sumber, Pulau Batu Puteh, Batu Putih, atau dalam bahasa Portugis Pedra Branca berada di titik pertemuan Selat Singapura dengan Laut China Selatan. Pulau tempat mercusuar Horsburgh itu dibangun pada 1851 oleh pemerintah Inggris atas izin Sultan Johor ketika itu.

BACA JUGA :  Warga DKI Jakarta Antusias Olahraga Saat Car Free Day di Sepanjang Jalan Sudirman - Bundaran HI

Pulau itu awalnya berada di bawah kekuaaan Singapura selama lebih dari 1 abad sampai pada 21 Desember 1979 Malaysia menerbitkan peta yang menunjukkan Batu Puteh sebagai wilayahnya.

Pulau tersebut sempat menjadi wilayah sengketa selama kurang lebih 29 tahun, hingga ICJ memutuskan pulau tersebut milik Singapura berdasarkan pertimbangan efektivitas pada 23 Mei 2008.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :