Ahli Asuransi Sebut Dana Komisi Diterima Agen Untuk Entertain dan berhubungan dengan pihak ketiga itu Hal yang Lazim

  • Whatsapp
banner 468x60

 

Wartahot.com, News – Anas Lutfi selaku ahli asuransi dihadirkan di sidang perkara korupsi pengelolaan keuangan PT Askrindo Mitra Utama (AMU) Tahun Anggaran 2016-2020 di orupsi (Tipikor) Jakarta.

Sebagai saksi, ia menjelaskan bahwa perusahaan asuransi di Indonesia biasanya mendirikan anak perusahaan yang bergerak sebagai agen penjualan produk asuransi.

“Tidak ada perusahaan asuransi yang tidak punya agen,” jelas Anas di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/8).

Terkait perkara ini, PT AMU merupakan anak usaha PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) yang bergerak di bidang penjualan produk.

Agen asuransi sendiri, kata Anas, hanya bisa mewakili satu perusahaan. Sementara broker atau pialang asuransi, mewakili pemegang polis dalam mencari produk yang paling cocok.

BACA JUGA :  Kasus Baku Tembak, Mahfud MD Sebut Tewasnya Brigadir J Bukan Kriminal Biasa

“Misal kita mau cari asuransi untuk kendaraan bermotor secara online, mereka biasanya (menemukan) broker yang membantu mencarikan opsi polis,” ujarnya.

Anas menambahkan bahwa dalam dunia asuransi dibutuhkan agen atau pun broker untuk mendongkrak penjualan produk.

Dengan menjual produk asuransi maka sudah diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2014 mengenai asuransi.

Mulai dari agen, broker atau pialang, Bank Insurance dan perusahaan asuransi itu sendiri. Bagi mereka yang yang berhasil menjual produk asuransi, juga berhak mendapatkan komisi dari perusahaan dengan besaran bervariasi.

“Praktiknya di lapangan, rata-rata (komisinya) 20 persen,” ungkap Anas.

BACA JUGA :  Sunny Keluar dari PSI, Brigade 08: Dia Orang Pintar Mendukung Anies Baswedan

Anas mengatakan bahwa penggunaan komisi tersebut tidak diatur secara tegas dalam POJK maupun Undang-Undang. “Artinya menjadi ranah masing-masing perusahaan itu sendiri,” timpalnya.

Oleh sebab itu Anas menjelaskan, komisi agen biasanya digunakan untuk biaya operasional perusahaan maupun entertain mitra perusahaan.

Sebab, pendapatan agen asuransi berbasis dari komisi. Maka mereka akan menerapkan teknik tersendiri untuk menggaet pelanggan.

“Dana komisi yang diterima agen inilah yang banyak digunakan untuk dana entertain dan berhubungan dengan pihak ketiga itu hal yang lazim, karena perusahaan agen asuransi biasanya sudah memperhitungkan ini,” terang Anas.

Hal lain yang biasa dilakukan perusahaan asuransi dalam mengelola komisi adalah memberikan pelatihan kepada karyawannya ataupun menggelar gathering.

BACA JUGA :  Djarot Kritik Angka Kemiskinan di Era Anies, Zecky Alatas: Jaman Bapak Seperti Apa ?

“Diperbolehkan dan lazim dan dalam praktek sehari-hari hampir semua seperti itu,” tandasnya.

Menanggapi kesaksian tersebut, tim penasihat hukum terdakwa Direktur Operasional Ritel PT Askrindo Anton Fadjar Alogo Siregar, Zecky Alatas menyoroti soal bagi-bagi komisi agen kepada direksi dan pimpinan cabang perusahaan asuransi.

Menjawab itu, Anas mengatakan bahwa dalam praktiknya, uang komisi agen biasanya dibagikan kepada beberapa pihak yang terlibat dalam proses penjualan.

Pengeluaran itu pun, diungkap Anas, tidak perlu ada tanda terima. Sebab, pembagian komisi diserahkan langsung kepada kebijakan perusahaan itu sendiri.

“Lazimnya nggak pernah ada yang minta pembuktian, karena mereka biasanya sudah menghitung (pembagiannya),” jawab Anas

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *




Enter Captcha Here :