45 Ribu Kendaraan Keluar Jabodetabek Jelang Larangan Mudik

WARTAHOT – Jakarta, (Dilansir dari CNN Indonesia) — Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pihaknya mencatat peningkatan volume kendaraankeluar wilayah Jabodetabek pada Rabu (22/4) kemarin.

Diketahui, pemerintah telah resmi melarang masyarakat mudik ke kampung halaman pada Idul Fitri tahun ini demi mencegah penularan virus corona di berbagai daerah. Larangan berlaku mulai Jumat 24 April.

Sambodo dalam keterangannya mengatakan, Kamis (23/4), “Berdasarkan perhitungan di Gerbang Tol Cikampek Utama, terjadi kenaikan volume arus kendaraan sebanyak 27 persen, dari 18.753 kendaraan pada tanggal 21 April menjadi 25.797 kendaraan pada tanggal 22 April 2020.”

Dengan demikian jika ditotal dua hari terakhir volume kendaraan keluar Jabodetabek melalui GT Cikampek mencapai 44.550 kendaraan.

Sambodo tak bisa memastikan apakah peningkatan volume kendaraan itu berkaitan dengan kebijakan larangan mudik oleh pemerintah.

“Belum tahu (apakah berkaitan dengan larangan mudik),” ujar Sambodo.

Terkait larangan mudik tersebut, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan 19 pos pengamanan terpadu untuk menyekat dan mengawasi lalu lintas orang keluar-masuk wilayah Jabodetabek.

Pos pengamanan terpadu tersebar di sejumlah lokasi, antara lain di pintu tol, Kota Tangerang, Tangerang Selatan, Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

Selain itu, Ditlantas Polda Metro Jaya juga akan menutup ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek Elevated dalam rangka kebijakan pelarangan mudik.
Sambodo menuturkan pihaknya bakal meminta para pengendara yang nekat keluar Jabodetabek untuk putar balik.

Sambodo mengatakan dalam siaran langsung melalui Instagram Polda Metro Jaya, Rabu (22/4), “Di titik-titik penyekatan tersebut bagi yang akan coba-coba melanggar melewati Jabodetabek tanpa izin ini akan kita putar balikkan ke arah Jakarta.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *