Sedang Banjir Sentimen Positif, Obligasi RI Stabil Tak Goyang

WARTAHOT Jakarta, Dilansir dari CNBC Indonesia – Harga obligasi rupiah pemerintah Indonesia pada hari Kamis ini (28/5/2020) cukup stabil bahkan cenderung menguat di tengah minat investor terhadap aset pendapatan tetap (fixed income) hingga aset berisiko merespons kondisi new normal yang mulai diwacanakan pemerintah.

Data Refinitiv menunjukkan penguatan harga surat utang negara (SUN) tercermin dari satu seri acuan (benchmark). Seri tersebut adalah FR0082 bertenor 10 tahun, Sementara FR0081 bertenor 5 tahun, FR0080 bertenor 15 tahun dan FR0083 bertenor 20 tahun tetap stabil alias flat.

Seri acuan yang paling menguat hari ini adalah FR0082 yang bertenor 10 tahun dengan penurunan yield 0,10 basis poin (bps) menjadi 7,675%. Besaran 100 bps setara dengan 1%.

Pergerakan harga dan yield obligasi saling bertolak belakang, sehingga ketika harga naik maka akan menekan yield turun, begitupun sebaliknya. Yield menjadi acuan keuntungan investor di pasar surat utang dibanding harga karena mencerminkan kupon, tenor, dan risiko dalam satu angka.

Yield Obligasi Negara Acuan 28 Mei’20

Seri Jatuh tempo Yield 27 Mei’20 (%) Yield 28 Mei’20 (%) Selisih (basis poin) Yield wajar PHEI 28 Mei’20 (%)
FR0081 5 tahun 7.131 7.131 0.00 6.8254
FR0082 10 tahun 7.676 7.675 -0.10 7.3517
FR0080 15 tahun 7.985 7.985 0.00 7.8112
FR0083 20 tahun 7.940 7.940 0.00 7.7875

Sumber: Refinitiv

Prakiraan global untuk pasar Asia masih cukup optimis di tengah pembukaan kembali ekonomi dan kemungkinan stimulus lebih lanjut.

Menambah sentimen positif adalah berita bahwa Komisi Eropa berencana untuk meluncurkan dana pemulihan besar-besaran untuk kawasan euro untuk membantu membatasi kerusakan yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona.

Penguatan pasar obligasi pemerintah hari ini tidak tercermin pada harga obligasi wajarnya, di mana indeks INDOBeX Government Total Return milik PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI/IBPA) melemah. Indeks tersebut turun 1,27 poin (0,46%) menjadi 273,05 dari posisi kemarin 274,31.

Apresiasi di pasar surat utang hari ini tidak senada dengan pelemahan rupiah di pasar valas. Pada hari Kamis ini (28/5/2020), Rupiah melemah 0,44% dari penutupan sebelumnya. Kini US$ 1 dibanderol Rp 14.735/US$ di pasar spot.

Terbaik Ketujuh
Naiknya harga SUN senada dengan penguatan di pasar surat utang pemerintah negara maju dan berkembang lainnya, kendati bervariatif. Di antara pasar obligasi negara yang dikompilasi Tim Riset CNBC Indonesia, SBN tenor 10 tahun menjadi yang terbaik ketujuh.

Dari pasar surat utang negara maju dan berkembang terpantau menguat, yang kesemuanya hampir mencatatkan penurunan tingkat yield, kendati bervariatif.  Surat utang negara yang paling menguat yaitu Afrika Selatan dan Filipina, yang masing-masing mengalami penurunan tingkat yield sebesar 5,00 basis poin (bps). Sementara yang paling melemah adalah surat utang negara Rusia dengan kenaikan yield sebesar 5,00 bps.

Hal tersebut mencerminkan investor global masih cukup optimis terhadap aset pendapatan tetap (fixed income) karena kondisi ekonomi yang mulai berputar kembali di tengah penerapan new normal.

Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Negara Maju & Berkembang

Negara Yield 27 Mei’20 (%) Yield 28 Mei’20 (%) Selisih (basis poin)
Brasil (BB-) 7.04 7.04 0.00
China (A+) 2.709 2.7 -0.90
Jerman (AAA) -0.451 -0.435 1.60
Prancis (AA) -0.02 -0.044 -2.40
Inggris Raya (AA) 0.195 0.191 -0.40
India (BBB-) 5.987 5.99 0.30
Jepang (A) 0.002 0.002 0.00
Malaysia (A-) 2.965 2.963 -0.20
Filipina (BBB) 3.209 3.159 -5.00
Rusia (BBB) 5.53 5.58 5.00
Singapura (AAA) 0.833 0.837 0.40
Thailand (BBB+) 1.17 1.21 4.00
Amerika Serikat (AAA) 0.69 0.6737 -1.63
Afrika Selatan (BB+) 9.04 8.99 -5.00

Sumber: Refinitiv

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *