Menantu Bunuh-Buang Jasad Mertua di Pemalang Terancam 20 Tahun Penjara

 WARTAHOT – Pemalang ( Dilansir dari detik.com)- Polisi menjerat Priska Dwi Saputra (30), seorang menantu yang tega menghabisi nyawa ibu mertuanya sendiri di KabupatenPemalang, Jawa Tengah dengan pasal pembunuhan berencana. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Pemalang.

Kapolres Pemalang AKBP Edy Suranta Sitepu mengatakan, “Kita akan menjeratnya dengan pasal 340 KUHP. Ya direncanakan.”

Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun atau seumur hidup atau hukuman mati.

Menurut Edy, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara pelaku mengakui merencanakan aksi pembunuhan itu. Motifnya karena pelaku sakit hati kepada korban, Siti Rahayu (40). Pelaku menilai korban mendukung perpisahan dirinya dengan sang istri, Dewi Hertiani (18).

“Untuk sementara motifnya itu dendam, sakit hati. Karena anak korban ini meminta cerai pelaku. Didukung oleh korban,” ujar Edy.

Dalam kasus pembunuhan ini, polisi telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Yaitu tersangka utama Priska Dwi Saputra (30) warga Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul dan dua tersangka lainnya yang terlibat dalam pembuangan jenazah korban. Yakni Wahyo (28) warga Desa Majalangu dan Heri Setiawan (27), keduanya merupakan teman Priska.

“Saat ini ditetapkan tiga tersangka. Tersangka utama mengajak dua temanya untuk membantu membuang jasad korban ke sungai,” ujar Edy.

Diberitakan sebelumnya, Siti dihabisi di rumah kontrakannya di Desa Majalangu, Kecamatan Watukumpul, Pemalang.

Kepada polisi, Priska mengaku membunuh ibu mertuanya dengan menggunakan sebilah golok pada Minggu (26/4) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, saat korban tengah berada di dapur. Usai membunuh ibu mertuanya, Priska menghubungi dua temannya untuk membantu membuang jasad korban. Jasad Siti kemudian dibuang dari atas jembatan Sungai Kesesi, Pekalongan.

Jasad korban baru ditemukan Selasa (28/4), di sungai dengan jarak 7 km dari titik lokasi pembuangannya. Saat ditemukan, jasad Situ masih terbungkus karung plastik berwarna putih. Bungkusan karung berisi jasad itu tersangkut di ranting-ranting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *