Home / TOURISM / Mau Spa Alami, Yuk Datang Ke Sungai Dua Rasa

Mau Spa Alami, Yuk Datang Ke Sungai Dua Rasa

WARTAHOT – Mau merasakan mandi SPA dialam bebas? Sungai Dua Rasa bisa jadi jawabannya. Tidak seperti sungai pada umumnya yang bersuhu dingin dan berair tawar, sungai di Negeri Suah, Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang justru berhawa panas dengan aroma belerang yang kentara.

Rendamkan badan di atas bebatuan sembari mem­biarkan aliran air panas yang relatif deras menghujam tubuh dan kepala. Jangan lupa nikmati nuansa hijau di sekitar sungai yang masih begitu asri, sungguh bisa membuat diri lupa waktu terhanyut dalam sua­sana. Saya sudah merasakannya. Bermodal iseng yang berbaur dengan hasrat ingin jalan-jalan, saya bersama seorang teman mencoba menelusuri Sungai Dua Rasa yang letaknya tersembunyi dibalik perbukitan Bukit Barisan.

Sumber air hangat berasal dari air belerang yang muncul dari permukaan tanah. Kondisi bebatuan serta tekstur tanah yang tidak rapat menimbulkan celah bagi panas bumi. Masyarakat menyebutnya de­ngan nama Saburak. Tidak hanya air panas, disini juga terdapat pertemuan dua aliran sungai berbeda suhu (panas dan dingin) menjadi satu aliran baru.

Adapun air yang bersuhu dingin berasal dari alir­an Lau Suruway. Percampuran keduanya mem­ben­tuk warna biru kehijauan di permukaan air. Itu­lah alasan mengapa sungai ini disebut sebagai Su­ngai Dua Rasa. Nama yang sebenarnya dibuat oleh para pengunjung yang datang ke lokasi. Pen­duduk lokal sendiri menyebut aliran sungai ini sebagai Lau Jabi. Ya, dalam bahasa Karo “lau” artinya air dan ”jabi” adalah sejenis pohon besar seperti beringin yang banyak tumbuh disekitar aliran sungai.

Dengan keunikan plus kejernihan dan suasana alam yang masih lestari, sungai dua rasa Negeri Suah bisa menjadi satu destinasi alternatif untuk ber­wisata meninggalkan penat dan riuhnya kehi­dupan kota.

Akses Menuju Lokasi

Lokasinya yang tersembunyi barangkali menjadi satu alasan mengapa Negri Suah dengan sungai dua rasanya masih belum begitu dikenal.  Menuju Negri Suah bisa diakses melalui jalur Medan – Sibolangit – Bandar Baru atau Medan – Sibiru-biru – Penen.  Saat itu kami kesana dengan menggunakan jalur perta­ma, yakni Medan-Sibolangit-Bandar Baru. Tepat di Pasar Bandar Baru, ambil jalan menuju sebelah kiri (bila dari arah Medan). Dari Bandar Baru, jarak menuju Dusun Negri Suah hanya sekitar 15 Km. Jangan cepat gembira, karena 15 Km yang umumnya ditempuh 20 menit bisa berubah menjadi 45 menit hingga 1 jam perjalanan. Kondisi jalan yang buruk dengan trek berkelok plus menanjak dan menurun adalah penyebabnya. Oh iya, jangan malu gunakan penduduk setempat (GPS) untuk bertanya agar tidak nyasar.

Awalnya kami cukup terbuai dengan kondisi aspal yang masih terlihat hitam mengkilap (baru).  Sempat terlontar pujian pada pemerintah, khususnya Kabupaten Deli Serdang atas kondisi jalan di balik perbukitan Bukit Barisan ini. Walau tetap terselip pembicaraan bernada pesimistik, “pasti cuma beberapa kilometer yang beraspal”. Dan benar! Tidak lama nada sumbang  itu berubah  jadi kenyataan. Aspal mulai habis, lubang-lubang tersebar merata melengkapi tikungan tajam dan tanjakan yang semakin membuat sepeda motor meraung-raung.

Sebelum memasuki Negri Suah, terlebih dahulu kita akan melewati beberapa Desa seperti Desa Sike­ben dan Cinta Rakyat. Selama perjalanan, pano­rama alam berupa pegunungan diselingi oleh ham­paran padi dengan sistem terasering tersusun rapi begitu memanjakan mata. “Kayak latar suasana di FTV itu ya”, kata teman saya sambil mengemudikan sepeda motor.

Tentang Negri Suah

Banyak orang mengira bahwa Negri Suah merupa­kan sebuah desa, namun sesungguhnya Negri Suah adalah salah satu dusun yang terdapat di Desa Negri Gugung, Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Dusun ini hanya dihuni oleh sekitar 20 Kepala Keluarga,  bangunan-bangunan rumah ber­atap rumbia saling berjejer dengan model relatif sama. Penduduk di Negeri Suah rata-rata bermarga Karo-karo Barus, dengan mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Padi, karet, kincung, serta kayu manis adalah tanaman yang biasa ditanam oleh masyarakat sekitar.

Kehidupan di Negri Suah begitu damai, tenang, dan jauh dari keriuhan kota. Bahkan sinyal operator seluler saja sulit diakses dari kawasan ini. Mulai menggeliatnya Sungai Dua Rasa sebagai salah satu objek wisata disadari sebagai satu berkah sendiri untuk membantu perekonomian masyarakat. Sebut saja, balai desa/dusun yang letaknya tepat ditengah-tengah kampung dijadikan tempat parkiran sepeda motor dengan ongkos parkir Rp 5000/sepeda motor. Selain itu, warung-warung juga mulai didirikan untuk memenuhi kebutuhan para pengunjung.

Pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat lokal patut mendapat apresiasi. Namun tetap saja masya­rakat lokal harus dididik dan diberdayakan agar me­ngelola pariwisata tidak hanya dalam kacamata yang ekonomistik. Persoalan lingkungan dan har­monisasi kehidupan sosial budaya masyarakat Negri Suah tentu tak boleh tergerus dengan semakin ramai­nya arus pengunjung yang datang kesana.

About Redaksi

Check Also

Jelang Imlek, Kawasan Pasar Gede Mulai Dihiasi Lampion

WARTAHOT – perayaan Imlek bulan Februari mendatang, kawasan Pasar Gede, Solo, mulai terpasang lampion. Hampir setiap tahunnya, ...

Surga Pariwisata Di Indonesia Timur, Misool Dan Ora

WARTAHOT – Beberapa waktu belakangan ini, wilayah Indonesia timur menjadi sebuah destinasi wisata yang banyak ...

Hobi Traveling, Yuk Mampir Ke Hutan Bambu Mojokerto dan Air Terjun Surodadu

WARTAHOT – Kabupaten Mojokerto ternyata memiliki tempat wisata hutan bambu yang tidak kalah dengan hutan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *