Akibat Corona Kematian di AS Mencapai 100 Ribu, AS – China Bentrok Soal Hong Kong

WARTAHOT Jakarta ( Dilansir dari detik.com )- Amerika Serikat (AS) mencatatkan lebih dari 100 ribu kematian akibat virus Corona (COVID-19) di wilayahnya. Sementara itu, AS dan China terlibat bentrok soal isu Hong Kong di markas PBB.

Data penghitungan terbaru dari Johns Hopkins University (JHU) yang berbasis di Baltimore menyatakan sedikitnya 100.396 orang meninggal dunia yang di akibatkan virus Corona di berbagai wilayah AS.

Di markas PBB yang berada di New York, AS dan China terlibat bentrok soal isu Hong Kong. Bentrokan ini terjadi setelah China menolak permintaan AS untuk menggelar rapat Dewan Keamanan PBB guna membahas rancangan undang-undang (RUU) keamanan nasional bagi Hong Kong.

Berikut ini berita-berita internasional terikait jumlah kematian di AS dan AS-China yang bersiteru:

– Jumlah Kematian Akibat Corona di AS Lampaui 100 Ribu Orang!

Jumlah korban meninggal akibat virus Corona di Amerika Serikat (AS) telah melampaui 100 ribu orang. Total kasus virus Corona di negara ini semakin mendekati 1,7 juta kasus.

Seperti dilansir AFP, Kamis (28/5/2020), data penghitungan terbaru dari Johns Hopkins University (JHU) yang berbasis di Baltimore menyatakan sedikitnya 100.396 orang meninggal dunia akibat virus Corona di berbagai wilayah AS.

Data JHU juga menyebut bahwa total 1.699.073 kasus virus Corona terkonfirmasi di AS sejauh ini. Dengan angka ini, AS masih tercatat sebagai negara dengan total kasus virus Corona terbanyak di dunia.

Negara bagian New York menjadi wilayah yang terdampak virus Corona terparah di AS, dengan lebih dari 364 ribu kasus dan lebih dari 29 ribu kematian. Disusul oleh negara bagian New Jersey dengan lebih dari 156 ribu kasus dan lebih dari 11 ribu kematian.

– Brasil Catat 20 Ribu Kasus dan 1.000 Kematian Akibat Corona dalam Sehari

Otoritas Brasil melaporkan lebih dari 20 ribu kasus baru virus Corona (COVID-19) dalam sehari. Negara ini juga mencatatkan lebih dari 1.000 kematian akibat virus Corona dalam 24 jam terakhir.

Seperti dilansir CNN dan AFP, Kamis (28/5/2020), Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan 20.599 kasus baru dalam sehari. Dengan demikian, total kasus virus Corona di Brasil saat ini mencapai 411.821 kasus.

Dengan angka tersebut, Brasil yang berpenduduk 210 juta jiwa ini masih mencatatkan diri sebagai negara kedua dengan total kasus terbanyak di dunia, di bawah Amerika Serikat (AS) yang sejauh ini melaporkan nyaris 1,7 juta kasus.

Dalam laporan terbaru, Kementerian Kesehatan Brasil juga mengumumkan 1.086 kematian dalam 24 jam terakhir. Total kematian akibat virus Corona di Brasil sejauh ini mencapai 25.598 orang.

– AS dan China Bentrok Soal Hong Kong di Markas PBB!

Amerika Serikat (AS) dan China bentrok di markas Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, AS, saat membahas isu Hong Kong. Bentrokan terjadi setelah China menolak permintaan AS untuk menggelar rapat Dewan Keamanan PBB guna membahas rancangan undang-undang (RUU) keamanan nasional bagi Hong Kong.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (28/5/2020), misi AS untuk PBB dalam pernyataannya menyebut bahwa isu tersebut menjadi ‘keprihatinan global yang mendesak yang berimplikasi pada perdamaian dan keamanan internasional’ dan oleh karena itu, menuntut perhatian segera dari 15 anggota Dewan Keamanan PBB.

Dalam tanggapannya via Twitter, Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun, menegaskan bahwa China ‘dengan tegas menolak permintaan tak berdasar’ itu karena RUU keamanan nasional untuk Hong Kong merupakan urusan internal. “Tidak ada hubungannya dengan mandat Dewan Keamanan (PBB),” tegas Zhang.

– Parlemen China Loloskan RUU Keamanan Hong Kong yang Kontroversial

Parlemen China secara bulat menyatakan dukungan terhadap rencana untuk memberlakukan rancangan undang-undang (RUU) keamanan nasional untuk Hong Kong yang kontroversial. RUU ini disebut oleh para pengkritik, akan menghancurkan otonomi Hong Kong.

Seperti dilansir AFP, Kamis (28/5/2020), lebih dari 2.800 anggota Kongres Rakyat Nasional (NPC) — sebutan parlemen China — memberikan voting dukungan untuk RUU yang akan menghukum tindak pemisahan diri, subversi terhadap kekuasaan yang sah, terorisme dan tindakan membahayakan keamanan nasional yang terjadi di Hong Kong.

Aturan hukum ini akan diberlakukan secara langsung oleh otoritas China daratan, yang secara efektif melangkahi pemerintah Hong Kong. Menurut draf RUU yang dirilis pekan lalu, aturan hukum ini akan mengizinkan badan keamanan China daratan untuk beroperasi secara terbuka di Hong Kong.

Upaya pengajuan RUU keamanan nasional Hong Kong ini memicu kecaman dari berbagai negara, juga dari kalangan investor dan pergerakan pro-demokrasi Hong Kong. Para pengkritik menuduh China berupaya mengikis kebebasan yang dijanjikan di bawah kesepakatan penyerahan dengan Inggris tahun 1997.

– Trump Akan Teken Perintah Eksekutif Soal Perusahaan Media Sosial

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menandatangani perintah eksekutif soal perusahaan-perusahaan media sosial (medsos). Hal ini dilakukan setelah Trump mengancam akan menutup perusahaan medsos yang dituduhnya membungkam suara-suara konservatif.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (28/5/2020), rencana penandatanganan perintah eksekutif ini disampaikan oleh sejumlah pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya. Penandatanganan perintah eksekutif itu disebut akan dilakukan Trump pada Kamis (28/5) waktu AS.

Tidak dijelaskan lebih lanjut soal isi perintah eksekutif Trump itu. Tidak diketahui pasti bagaimana Trump akan mewujudkan ancamannya menutup perusahaan swasta termasuk Twitter Inc. Belum ada tanggapan dari pihak Twitter terkait ancaman itu.

Kegeraman Trump pada perusahaan medsos mencuat setelah dua cuitannya soal surat suara via pos bisa memicu pemilu curang pada Selasa (26/5) waktu setempat, diberi label ‘tidak berdasar’ dan dituduh sebagai klaim palsu oleh Twitter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *